Beberapa waktu lalu, aku iseng membuka data 13F portfolio untuk kuartal pertama 2026.
13F adalah laporan berkala yang wajib disampaikan oleh manajer investasi besar kepada SEC, otoritas pasar modal Amerika Serikat. Isinya simpel: daftar saham apa saja yang mereka pegang pada akhir kuartal.
Awalnya hanya penasaran biasa. Saham apa yang sedang dibeli, ditambah, dikurangi, atau dijual oleh Warren Buffett melalui Berkshire Hathaway?
Dari rasa penasaran itu, aku mulai riset kecil โ menggunakan Agent ChatGPT untuk menelusuri beberapa sumber data 13F, lalu menyusunnya agar lebih mudah dibaca. Aku mulai dengan scanning cepat seluruh informasi yang ditampilkan, lalu membacanya lagi pelan-pelan agar lebih paham.
Sebelum Masuk ke Data: Apa Itu 13F?
Singkatnya, Form 13F adalah laporan kuartalan yang wajib disampaikan manajer investasi institusional kepada SEC. Laporan ini berisi daftar kepemilikan saham yang mereka pegang pada akhir kuartal.
Aku sebenarnya cukup sering mengecek data 13F melalui situs hedgefollow.com โ tujuannya sederhana: ingin tahu siapa saja investor dari saham yang sedang masuk dalam rencana buy-ku. Aku ingin tahu berapa harga rata-rata mereka, karena menurutku tidak cukup hanya mengetahui harga wajar dari sebuah saham. Mengetahui harga rata-rata investor besar juga penting โ karena akan menjadi lucu jika kita membeli saham yang dari sisi investor besar itu sendiri sudah floating profit 300%.
Kembali ke topik. Meskipun 13F menampilkan data yang cukup menarik, kita juga harus paham bahwa ini bukan data real-time. Data Q1 2026 menggambarkan posisi per 31 Maret 2026 โ tapi baru dipublikasikan sekitar pertengahan Mei 2026. Artinya, ketika kita membacanya, sebagian posisi itu bisa saja sudah berubah.
Jadi bagiku, mencontek portofolio investor besar melalui data ini bukanlah ide yang bijak. Bagaimana jika saat kita beli, ternyata dari sisi investor besar itu sudah melepasnya? Kecuali kita memang sudah memiliki keyakinan yang kuat berdasarkan hasil riset pribadi โ kalau itu yang terjadi, tidak jadi masalah.
Intip Portofolio Milik Warren Buffett
Dari data 13F Q1 2026, Berkshire Hathaway melaporkan nilai portofolio sekitar US$263 miliar dengan hanya 29 kepemilikan. Lima besar posisinya: Apple (~22%), American Express (~17%), Coca-Cola (~12%), Bank of America (~9,5%), Chevron (~6,6%), dan Occidental Petroleum (~6,5%).
Portofolio milik Warren tidak begitu ramai.
Berkshire tampak seperti investor yang tidak ingin memiliki segalanya. Lebih mirip rumah tua minimalis dengan barang sedikit โ tapi setiap barang punya sejarah, alasan, dan fungsi yang mungkin perlu aku pahami.
Apple adalah simbol keyakinan Buffett pada bisnis berkualitas tinggi dengan ekosistem kuat. American Express dan Coca-Cola mencerminkan gaya klasiknya: merek besar, pelanggan loyal, arus kas yang bertahan lama. Bank of America adalah eksposur ke sektor keuangan. Chevron dan Occidental memberi ruang pada energi.
Yang menarik, di Q1 2026, Berkshire tercatat membuka posisi baru di Delta Air Lines dan Macy’s โ sekaligus melepas beberapa posisi termasuk Amazon, UnitedHealth, Visa, Mastercard, Domino’s Pizza, Aon, dan Pool Corporation.
Dari sini aku belajar satu hal sederhana: sabar bukan berarti diam selamanya.
Buffett memang investor jangka panjang. Tapi jangka panjang tidak sama dengan menutup mata. Bahkan portofolio sebesar Berkshire pun tetap perlu dibersihkan, dirapikan, disesuaikan.
Kalimat itu cukup menampar. Aku kadang terlalu mudah jatuh cinta pada satu aset hanya karena pernah untung darinya. Padahal, bahkan investor besar pun selalu bertanya ulang: apakah alasan awal membeli ini masih berlaku hari ini?
Apa yang Bisa Dipelajari Investor Kecil?
Membaca portofolio Buffett bukan berarti harus meniru dia.
Modal kita berbeda. Waktu kita berbeda. Risiko kita berbeda. Bahkan tujuan kita pun berbeda.
Berkshire punya sumber kas, bisnis operasional, dan filosofi investasi yang tidak mudah ditiru investor kecil.
Tapi bukan berarti data ini tidak berguna.
Justru dari sini, kita bisa belajar sesuatu yang lebih penting: bagaimana uang besar berpikir. Buffett mengajarkan konsentrasi dan keyakinan jangka panjang โ bukan soal memiliki banyak saham, tapi soal memiliki alasan yang kuat untuk setiap posisi yang dipegang.
Bagiku pribadi, data ini bukan sinyal untuk langsung membeli saham-saham yang ada di portofolio Berkshire.
Ini lebih seperti cermin โ yang membantu aku melihat apakah portofolioku sendiri terlalu emosional, terlalu tersebar, atau justru belum punya arah yang jelas.
Tulisan ini adalah catatan pribadi dan bahan belajar berdasarkan data 13F Q1 2026. Bukan rekomendasi beli atau jual saham. Investasi memiliki risiko. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.

