Catatan harian, refleksi, dan cerita dari sudut pandang langit sore — jurnal personal yang jujur dan apa adanya.
Sabtu pagi kembali menyapa. Minggu lalu aku membuka catatan dengan hati berdebar setelah sempat menjauh dari pasar. Hari ini, 20 Juni 2026, energi mulai pulih dan aku kembali memasukkan angka-angka terbaru ke dalam tabel evaluasi. Kabar baiknya, riak kencang di awal bulan mulai menunjukkan tanda-tanda reda.
Mari kita bedah kondisi tiga kantong investasiku satu per satu secara objektif.
1. Kantong Jangka Panjang (Investasi Masa Depan)
Ini adalah pos yang aku siapkan tanpa batasan waktu melalui Pluang, Tokocrypto, dan satu Akun Leverage.
- Alokasi 2026: Rp120.000.000
- Kondisi Sekarang: Setelah terkoreksi cukup dalam di angka +10,37% pada pertengahan Juni, kantong pertama ini perlahan mulai bangkit dan bergerak naik ke +13,04%.
- Evaluasi Aset: Pluang menjadi motor penggerak utama pemulihan minggu ini dengan kenaikan nilai aset ke posisi Rp128.751.613. Sementara itu, Tokocrypto masih tertahan di zona bawah pada level Rp16.958.772, menunjukkan pasar kripto belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi.
- Akun Leverage: Nilainya kembali menyusut ke Rp4.144.530, titik terendahnya sepanjang pencatatan. Faktor keberuntungan minggu lalu yang menyelamatkanku dari Margin Call (MC) kini berubah menjadi pengingat keras bahwa pos ini membutuhkan penataan ulang manajemen risiko yang lebih ketat.
2. Kantong Penyeimbang Bunga Pinjaman (Tenor 15 Tahun)
Bagian ini adalah yang paling berat untuk aku tuliskan. Isinya adalah portofolio saham di platform Bareksa yang ditujukan untuk memitigasi bunga pinjaman konsumtifku.
- Alokasi 2026: Rp75.000.000
- Kondisi Sekarang: Realitas di kantong kedua ini justru semakin menantang. Portofolio sahamku di Bareksa kembali memperdalam posisi drawdown-nya hingga menyentuh -32,24%. Nilai aset kini menyusut ke Rp56.145.504.
- Refleksi: Kerugian kumulatif yang belum terealisasi kini mencapai -Rp26.709.248. Pos ini memiliki tenggat waktu nyata untuk menahan beban bunga pinjaman. Kerugian yang terus melebar menegaskan bahwa keputusan taktis yang kuambil—termasuk alokasi dana baru sebesar Rp20.000.000 di platform terpisah—harus segera dieksekusi untuk menyeimbangkan performa secara makro.
3. Kantong Jangka Pendek (< 5 Tahun)
Uang ini rencananya akan aku gunakan dalam waktu dekat, aku kelola melalui platform IPOT.
- Alokasi 2026: Rp83.000.000
- Kondisi Sekarang: Ada secercah harapan di kantong jangka pendek. Setelah lima minggu berturut-turut mencatat penurunan tanpa perlawanan hingga menyentuh -18,04%, minggu ini IPOT berhasil memantul (rebound) cukup signifikan ke posisi -13,89%.
- Refleksi: Nilai asetnya merangkak naik kembali ke level Rp78.947.012. Bagi dana yang memiliki cakrawala waktu di bawah lima tahun, nafas segar ini sangat berarti. Recovery math atau matematika pemulihan mulai bekerja mengejar ketertinggalan durasi waktu pemakaian dana yang semakin mendekat.
🔭 Gambaran Besar: Ringkasan Jujur Seluruh Aset
Berikut adalah rangkuman performa gabungan tiga kantong per 20 Juni 2026 (berdasarkan perhitungan nilai tukar terkini Rp17.775/USD):
| Kategori Portofolio | Saldo Awal (Rupiah) | Nilai Saat Ini (Rupiah) | Profit/Loss (%) |
| Investasi Masa Depan | Rp120.000.000 | Rp149.854.915 | +13,04% |
| Bunga Pinjaman (Saham) | Rp75.000.000 | Rp56.145.504 | -32,24% |
| Jangka Pendek | Rp83.000.000 | Rp78.947.012 | -13,89% |
| GABUNGAN | Rp278.000.000 | Rp284.947.431 | +2,50% |
Catatan Evaluasi Gabungan: Secara kumulatif dalam mata uang Rupiah, total portofolioku sebenarnya mencatat pertumbuhan total +2,50% atau setara dengan saldo akhir Rp284.947.431. Hal ini terjadi karena performa positif di Kategori 1 yang tumbuh subur dan efek depresiasi nilai tukar dari modal awal (kurs Rp16.090) mampu meredam unrilis loss dari Bareksa dan IPOT.
Langkahku Selanjutnya
Pemulihan parsial di Kategori 1 dan 3 membuktikan bahwa pasar selalu bergerak dalam siklus. Ketenangan yang aku bangun dengan kepala dingin membantu mencegah keputusan emosional. Namun, rapor merah di pos saham Bareksa tetap membunyikan alarm keras. Minggu ini fokusku adalah mengevaluasi ke mana dana taktis Rp20.000.000 kemarin harus didistribusikan secara proporsional demi menahan laju penurunan pos saham pembayar bunga pinjaman tersebut.










