Mari kita bicara tentang salah satu cerita paling menggemaskan—atau kalau mau jujur, agak konyol—dalam perjalanan investasi Aku. Ini tentang CELH (Celsius Holdings, Inc.), saham yang sudah Aku dekap erat selama setahun lebih sejak November 2024.
Bayangkan ini: Kamu membeli sebuah saham, nilainya melesat hingga +100%, lalu tidak mendapatkan apa-apa dari kenaikan itu.
Kenapa? Karena ego. Aku menetapkan target harga jual pribadi yang terlalu tinggi, terlalu serakah. Akhirnya, pasar melakukan apa yang biasa ia lakukan kepada investor yang keras kepala: membawa harganya turun kembali ke titik awal saat Aku membelinya dulu.
Kembali ke titik nol. Ha ha ha.
Sebelum Kamu buru-buru menganggap Aku bodoh, tahan dulu. Ini bukan pertama kalinya Aku terbuai oleh floating profit yang berujung jadi kenangan. Aku punya “koleksi” pengalaman serupa di saham-saham lain seperti BB (BlackBerry), BABA (Alibaba), dan masih banyak lagi. Aku rasa, ini adalah bagian dari biaya sekolah psikologi pasar yang harus dibayar mahal oleh setiap investor mandiri.
Tapi, alih-alih menyerah dan memotong kerugian (cut loss), Aku justru mengambil keputusan sebaliknya. Aku masih ingin memegang CELH. Bahkan, Aku sedang bersiap-siap untuk menambah posisi (scale in). Mengapa?
Karena kali ini, Aku tidak lagi mengandalkan perasaan. Aku menggunakan data fundamental.
Ketika Logika Fundamental Mengalahkan Ego Sebagai investor ritel, kita sering merasa sendirian saat badai datang. Itulah mengapa Aku membuka data kepemilikan institusi untuk melihat siapa saja “raksasa” yang ikut bertaruh di saham ini.
Hasilnya cukup mengejutkan sekaligus menenangkan:
Jejak Kaki Sang Raksasa: Investor institusi besar yang memegang saham CELH dengan nilai rata-rata (average price) paling rendah adalah BlackRock.
Angka Keramat Mereka: BlackRock masuk di harga $25.98.
Mengetahui bahwa salah satu manajer aset terbesar di dunia berada di kapal yang sama—dan kita tahu berapa harga tiket masuk mereka—memberikan jangkar psikologis yang kuat.
Lebih jauh lagi, Aku mencoba memeriksa konsensus nilai wajar (fair value) dari para analis yang ku himpun melalui Investing.com. Secara fundamental, rata-rata analis menetapkan nilai wajar CELH berada di kisaran $41.83.
Rencana Main: Membeli Lebih Murah dari BlackRock? Saat artikel ini ku tulis, harga penutupan pasar CELH kemarin berada di level $29.33. Jaraknya sudah sangat dekat dengan harga rata-rata BlackRock.
Jika melihat dari kacamata teknikal, peluang saham ini untuk turun lebih dalam masih terbuka lebar. Sebagai catatan historis, pada tahun 2025 lalu, CELH sempat menyentuh harga terendahnya di level $21.00.

Jika pasar memutuskan untuk menguji kembali area terendah tahun lalu, Aku tidak akan panik. Justru itu adalah momentum yang Aku tunggu untuk menurunkan rata-rata harga beli Aku saat ini (downside averaging).
Pikirkan saja sisi menariknya: kapan lagi kita sebagai investor ritel punya kesempatan membeli saham di harga yang jauh lebih murah daripada harga yang didapatkan oleh institusi sekelas BlackRock?
CELH vs Monster: Mengintip Peluang dari Si Raksasa Sebelah Pembahasan belum berakhir guys maklum saja karena begitu menyesal tidak menjual waktu itu, aku justru berusaha mencari validasi bahwa keputusanku tidak sepenuhnya salah selanjutnya mungkin akan tampak bias haha tapi ayo lanjut saja dulu.
Jadi, untuk melihat seberapa masuk akal posisi CELH saat ini, aku mencoba menyandingkannya dengan Monster Beverage (MNST)—salah satu penguasa di industri minuman energi dunia. Dari sini, aku menemukan anomali data yang menarik.
Kalau bicara soal valuasi atau nilai perusahaan (market cap), jarak keduanya seperti langit dan bumi:
Market cap Monster berada di kisaran US$87,5 miliar.
Market cap Celsius Holdings “hanya” di kisaran US$7,6 miliar.
Secara matematis, nilai pasar Monster itu sekitar 11 kali lipat lebih besar daripada CELH. Jauh sekali, bukan?
Namun, ketika membedah data pangsa pasar (market share) mereka yang sebenarnya di Amerika Serikat, ternyata selisihnya tidak sedramatis valuasinya.
Di pasar AS, Monster memang memimpin dengan pangsa pasar sekitar 32,6%. Tapi, portofolio Celsius Holdings—yang sekarang sudah mencakup produk CELSIUS, Alani Nu, dan Rockstar—ternyata diam-diam sudah mengamankan sekitar 20,9% pangsa pasar!

Coba perhatikan logikanya: Pangsa pasar Monster hanya sekitar 1,5 kali lebih besar dari portofolio CELH, tapi kenapa pasar menghargai valuasinya hingga 11 kali lipat lebih mahal?
Tentu saja, pasar tidak bodoh. Perbedaan masif ini menunjukkan bahwa investor masih memberikan premi yang besar kepada Monster. Hal yang sangat wajar, mengingat Monster adalah pemain yang jauh lebih matang, punya rekam jejak profitabilitas yang panjang, jalur distribusi yang luar biasa kuat, dan posisi brand yang sudah mengakar.
Sebaliknya, CELH di mata pasar masih berada dalam fase pembuktian. Pertumbuhan pangsa pasarnya memang agresif dan signifikan, tetapi investor—termasuk aku—masih harus melihat apakah pertumbuhan ini bisa bertahan lama (sustainable), terutama setelah integrasi Alani Nu dan Rockstar ke dalam portofolio mereka. Demikian juga Pasar masih menguji kemampuan CELH dalam menjaga margin keuntungan, memperkuat arus kas, dan yang paling penting menurutku adalah membangun loyalitas konsumen setingkat Monster.
Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Kalau aku hanya wait and see saja dulu.
Lagi pula, pasar saham selalu penuh kejutan dan tidak ada jaminan masa depan. Dan sekedar mengingatkan guys bahwa artikel ini murni merupakan jurnal perjalanan dan catatan strategi pribadi saja, bukan ajakan untuk membeli atau menjual. Selalu gunakan analisis sendiri dan utamakan Do Your Own Research (DYOR).
Mari kita lihat, apakah kali ini data fundamental bisa menjinakkan ego trading Aku, atau pasar punya cara lain untuk mengajari Aku sekali lagi. Tidak sabar menulis artikel lanjutan dari topik ini—entah take profit ataupun cut loss pasti akan ku ceritakan dengan sejujurnya tanpa ada yang disembunyikan.
Tunggu saja.
