Aku membeli saham $Hubs dan $Grab meskipun PER-nya tinggi: Rasio PEG serta beberapa indikator beri alasan yang cukup untuk masuk

by Langit Sore
A+A-
Reset

Disclaimer: Tulisan ini merupakan catatan perjalanan, dokumentasi riset mandiri, dan refleksi pribadi dalam mengelola portofolio investasi global. Ini bukan bentuk rekomendasi, ajakan, ataupun perintah untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Setiap keputusan investasi di pasar modal sepenuhnya merupakan tanggung jawab dan risiko individu masing-masing.

Kemarin aku melakukan screening saham melalui Investing.com. Yang kucari adalah saham-saham dengan nilai PER yang terlihat mahal, namun Rasio PEG-nya berada pada range 0 hingga sedikit di atas 1 (0 – >1). Angka tersebut menunjukkan bahwa perusahaan sebenarnya berada pada harga yang murah, tetapi tidak murahan.

Pada saat screening tersebut, aku menemukan banyak sekali saham dengan kriteria yang sama. Namun, setelah melakukan analisis lebih lanjut dengan melihat harga wajarnya, pola harganya, kondisi pasar saham-saham tersebut yang ditunjukkan oleh indikator EMA 200 dan MACD, serta ketersediaan emiten itu pada aplikasi investasi yang kugunakan, maka tersisa 2 saham tersebut yang layak untuk kutambahkan pada watchlist investasiku.

Sebelum mengambil keputusan untuk investasi, hal pertama yang kulakukan adalah mengenali dulu tentang kedua perusahaan itu. Untuk Grab, aku sudah sering menggunakan aplikasinya sehari-hari, mulai dari urusan transportasi maupun pembelian makanan dan minuman secara online. Sedangkan HubSpot ($HUBS) terasa begitu asing bagiku. Untuk itu, aku harus meluangkan waktu melakukan riset untuk mengenalnya lebih dalam.

Profil Singkat Grab dan HubSpot

Mengutip dari data Investing.com, Grab Holdings Limited beroperasi sebagai superapp di berbagai negara Asia Tenggara, seperti Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Perusahaan ini menawarkan berbagai layanan pengiriman di platformnya, seperti GrabFood (pemesanan makanan), Dine-Out (reservasi meja), GrabMart (belanja kebutuhan harian), GrabAds (solusi iklan online), dan GrabExpress (pengiriman paket).

Selain itu, Grab menyediakan platform Grab for Business untuk klien korporat, jaringan agen GrabKios, serta layanan transportasi seperti GrabCar, GrabTaxi, JustGrab, dan GrabBike. Grab juga merambah sektor finansial melalui GrabFin yang menyediakan pinjaman digital, layanan PayLater, hingga asuransi melalui GrabInsure. Mereka bahkan memiliki layanan perbankan digital seperti Digibank Savings Account dan kartu debit GXS Bank. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2012 dan berpusat di Singapura.

Sementara itu, HubSpot, Inc. bersama dengan anak-anak perusahaannya, menyediakan platform Customer Relationship Management (CRM) berbasis awan (cloud) untuk bisnis di kawasan Amerika, Eropa, dan Asia Pasifik. Platform CRM mereka sangat lengkap, mencakup:

  • Marketing Hub: Alat otomatisasi pemasaran, email, media sosial, hingga SEO dan analitik.
  • Sales Hub: Template email, pelacakan percakapan, live chat, jadwal rapat, hingga manajemen penjualan.
  • Service Hub: Perangkat lunak untuk membantu bisnis merespons dan terhubung dengan pelanggan.
  • Content Hub: Pengelolaan halaman situs web, blogging bisnis, hosting video/podcast, hingga rekomendasi SEO.
  • Operations & Commerce Hub: Alat sinkronisasi data, manajemen langganan, faktur, dan pelaporan pendapatan.

HubSpot juga menghadirkan Breeze, sebuah teknologi AI yang memberikan wawasan berbasis kecerdasan buatan, pembuatan konten, serta Breeze Agents untuk membantu tim mengotomatiskan pekerjaan dari strategi hingga eksekusi. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2005 dan berkantor pusat di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.

Menguji Nilai Wajar

Setelah perkenalan singkat dengan keduanya, aku perlu mengetahui berapa harga wajar dari kedua perusahaan ini. Aku menggunakan fitur analisis dari Investing.com.

Berdasarkan konsensus dan model finansial mereka, Investing.com menetapkan bahwa harga wajar untuk Grab adalah sebesar USD 4,3 (lebih tinggi sekitar 18% dari harga pasar saat artikel ini ditulis). Sementara untuk HubSpot ($HUBS), harga wajarnya ditetapkan sebesar USD 276,6 (lebih tinggi sekitar 37,8% dari harga saat ini).

Analisis Teknikal Mandiri

Meskipun sudah mengetahui harga wajarnya, hal itu tidak berarti aku harus langsung mengambil keputusan untuk membeli. Aku tetap perlu melakukan analisis teknikal sesuai dengan gayaku sendiri, yaitu menggunakan EMA 200 untuk mengenali tren saat ini dan MACD untuk mengenali momentum atau kekuatan bullish dan bearish-nya.

1. Analisis Teknikal Saham Grab ($GRAB)

Tren untuk saham ini sedang berada dalam situasi bearish karena harganya bergerak di bawah garis EMA 200 sejak November 2025. Seperti biasa, untuk mengidentifikasi level support, aku menggunakan Fibonacci Retracement dengan menarik rentang dari harga terendah pada tanggal 20 Juni 2025 ke harga tertinggi pada tanggal 24 September 2025. Level support yang kuperhatikan berada pada nilai Fibonacci 1.618, yaitu di harga USD 3,17.

Secara kasat mata, harga Grab bergerak turun mendekati support Fibonacci tersebut, namun pergerakan harganya tertahan pada rentang USD 3,36 – USD 3,67. Ini kemungkinan disebabkan adanya support kuat pada area tersebut, karena pada semester 1 tahun lalu harga Grab pernah terkoreksi dan berhenti turun pada bulan April di kisaran harga yang sama.

Indikator MACD saat ini menunjukkan awal perubahan momentum dari bearish (jual) ke bullish (beli), di mana garis MACD memotong garis sinyal dari bawah ke atas (golden cross). Nilai MACD saat penutupan pasar ketika artikel ini ditulis mencatatkan: Histogram 0,0024, garis MACD -0,0699, dan garis sinyal 0,0723. Angka ini mengonfirmasi adanya awal perubahan dari sell ke buy. Meskipun demikian, ini belum mengindikasikan akan terjadinya perubahan tren besar, karena perubahan tren baru terkonfirmasi ketika ada level resistance kuat yang berhasil di-breakout.

2. Analisis Teknikal Saham HubSpot ($HUBS)

Serupa dengan Grab, berdasarkan indikator EMA 200, HubSpot juga berada pada tren bearish yang cukup panjang sejak bulan Maret 2025. Artinya, penurunan ini sudah berlangsung setahun lebih.

Untuk mengidentifikasi level support-nya, aku kembali menggunakan Fibonacci Retracement dengan mengambil rentang harga terendah pada bulan Agustus 2024 dan tertinggi pada bulan Februari 2025. Level support yang ditunjukkan oleh nilai Fibonacci 161.8 berada di harga USD 154,19.

Harga saham HUBS terus bergerak turun mendekati level support tersebut, dan indikator MACD sudah mulai menunjukkan pelemahan momentum bearish-nya. Nilai MACD saat penutupan pasar ketika artikel ini ditulis menunjukkan nilai histogram di angka 0,5240, nilai garis MACD -7,94, dan garis sinyal -8,64. Kombinasi angka ini mengonfirmasi awal perubahan momentum dari bearish ke bullish.

Mengintip Institusi Pemegang Saham Terbesar

Setelah mengetahui harga wajar dan melakukan analisis teknikal secara mandiri, aku membuka situs HedgeFollow untuk mengetahui institusi apa saja yang memegang kedua saham ini.

Untuk Grab, porsi saham terbesar saat ini dipegang oleh Uber. Selain itu, terlihat terjadi aksi pembelian besar-besaran terhadap saham Grab pada kuartal pertama (Q1) 2026. Dari data yang dapat kuhitung, ada lebih dari 187,2 juta lembar saham yang diakumulasi oleh institusi besar seperti BlackRock, Morgan Stanley, dan investor-investor kakap lainnya.

Sedangkan untuk HubSpot, sahamnya banyak dipegang oleh T. Rowe Price Associates, BlackRock, Vanguard, dan JPMorgan. Terlihat ada banyak penambahan posisi baru yang dilakukan oleh investor-investor besar tersebut selama Q1 2026 ini.

Keputusan untuk Membeli

Setelah melakukan seluruh rangkaian riset dan analisis tersebut, aku akhirnya mengambil keputusan untuk mulai mencicil masing-masing kedua saham tersebut sebesar USD 250.

Aku memilih untuk tidak langsung all in karena pergerakan harga sahamnya secara teknikal belum menunjukkan perubahan tren besar (reversal). Aku akan tetap menunggu dan melihat perkembangan pasar; jika harganya kembali turun, aku akan memanfaatkan momen tersebut untuk kembali mencicil, paling tidak hingga mendekati nilai buku per sahamnya (price-to-book value).

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!

You may also like

Leave a Comment

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.